GERAKAN PENANAMAN POHON SERENTAK DI KABUPATEN SANGGAU

Bertempat di komplek sabang merah sanggau bersama-sama dengan Organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau, Forkompinda, Sekolah, DAD dan organisasi kemasyarakatan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sanggau melakukan kegiatan Penanaman Pohon Serentak pada hari ini Selasa, 19 Juli 2022.

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Sanggau, beberapa unsur Pimpinan Organisasi Kepala Daerah, Polres Sanggau, Kodim 1204 Sanggau, Kejaksaan Negeri Sanggau, Pengadilan Negeri Sanggau, KPH Sanggau Barat dan Timur, Beberapa Perusahaan, Camat Kapuas, Para Lurah di Kecamatan Kapuas, Beberapa Sekolah, DAD dan Organisasi kemasyarakatan.

Pelaksanaan Kegiatan ini juga serentak di lakukan diseluruh Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat dan pelaksanaannya di kabupaten/kota tersambung langsung secara virtual  melalui aplikasi Zoom meeting. Tujuan dari kegiatan Gerakan Penanaman Pohon Serentak ini adalah guna mendukung agar Kalimantan Barat Umumnya dan Kabupaten Sanggau pada khususnya menjadi teduh, hijau dan lestari dalam rangka pemulihan hutan dan lahan sebagai upaya mendukung FOLU NET SINK 2030. FOLU ( Forestry and Other land uses ) net sink merupakan keadaan ketika jumlah karbon yang diserap oleh sector hutan dan lahan sama atau lebih besar dari emisi yang dihasilkannya. FOLU NET Sink 2030 itu sendiri merupakan bentuk keseriusan pemerintah Indonesia untuk mengatasi krisis iklim, khususnya dalam mencapai net zero emissions pada 2060 atau lebih cepat.

Mengutip apa yang disampaikan oleh Direktur Bina Rencana Pemanfaatan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diungkapkan dalam diskusi Indonesia Climate Change Expo and Forum 2022 di gedung manggala bakti di Jakarta, Senin ( 6/6/2022) “ pijakan-pijakan dasar utamanya dalam menerapkan implementasi Indonesia Folu Net Sink 2030 adalah Forest management kemudian environmental governance dan carbon governance.

Sementara itu dalam kegiatan gerakan penanaman pohon serentak ini beberapa tanaman yang ditanam antara lain kayu belian, jengkol, angsana, tengkawang, durian dan petai sebanyak 110 bibit dan penanaman dipusatkan di kompleks sabang merah dan sekitarnya.

Anda mungkin juga berminat Berita Lainnya dari penulis